BBC

All entries by this author

Menjacalonkan diri Menjadi Manusia

6 Jan 2009 | By Mering | Category: Borneo Island, Pontianak

A.Alexander Mering

Suatu pagi rumah kami kedatangan ibu-ibu dan serombongan bocah. Istri saya kaget. Saya lebih kaget lagi. Antara mengigau dan sadar saya melompat dari tempat tidur dengan sempoyongan. Seorang ibu di ruang tamu marah-marah. Suaranya mirip serommbongan tawon yang datang menyerbu telinga serentak. Gawat! Dia hampir mengamuk. Pukul-pukul meja segala.
“Guru macam apa itu, nilai PKn raport anak saya kok dapat 50!”
Oala, barulah otak saya nyambung. Tetangga saya itu kecewa lantaran nilai raport Devi, anaknya buruk semester ini. Anak lelakinya tak kalah marah kepada sang adik. Bocah kelas 3 SD itu dilempari sang abang dengan Hp. Karena Davi sebelumnya selalu juara kelas. Tapi protesnya kok ke rumah saya?
“Bukan mendemo kita, dia ngajak saya ikut protes ke sekolah,” kata Istri saya. Mereka berkumpul di ruang tamu kami, bersama Lindu, putri sulung saya.
Devi adalah teman sekelas Lindu. Keduanya sama-sama apes. Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) Lindu dan Devi sama-sama 50, alias lima alias merah! Lebih parah lagi Maria, nilai limanya 5 biji! Masih dengan seragam pramukanya dia menenteng raportnya ke rumah kami dengan wajah hampir menangis. Di SDN 29, Lindu ranking kelas. Jika bukan ranking I, dia ranking II. Devi dan Maria juga ranking kelas.
Nah, semester ini nilai Lindu dan konco-konconya anjlok habis. Kemarin mereka nekad menemui guru kelas. Argumen sang guru singkat dan jelas, salah tulis, sambil tak lupa minta maaf. Angka 50 di ubah menjadi 60, beberapa nilai lain juga diubah sedikit membaik. Hanya sedikit!
Aku mengurut dada. Mereka adalah generasi yang tengah sibuk mencalonkan diri menjadi penerus bangsa dengan tanda merah di raport.
Tiba-tiba saya pun jadi pusing. Seluruh carut-marut dunia pendidikan terbayang dan menyeruak serempak, memenuhi tempurung kepala saya yang sempit. Duh biung…., mengapa untuk sekadar menjadi manusia saja di negeri ini begitu sulit?
Lain waktu saya ngumpul di warung kopi simpang empat Plamboyan. Bang Man teman saya yang penjaga malam, ngecap soal kesibukannya menjadi Calon Legeslatif (Caleg) 2009.
“Kalau dah jadi anggota dewan, nantik aku beli oto, letih dah jadi orang miskin”.
Teman-teman saya yang wartawan, yang advokat, yang pemborong, bengak, yang…pun banyak yang mencalonkan diri jadi Caleg. Elit politik kita, beberapa bulan lalu pun sibuk saling sikut untuk pencalonan Bupati dan Wakil bupati. Tak lupa bawa-bawa-bawa massa atas nama agama dan etnik. Akhir 2008 kemarin, sekitar 8 ribu orang di Kalbar sibuk mendaftarkan diri Jadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), padahal yang diterima sedikit.
Lagi-lagi saya merenung, betapa sibuk dan hingar-bingarnya dunia di sekitar. Bising motor, orang ngedumel, pedagang kaki lima digebuk, sirine polisi, pidato pejabat, senyum krubi’ (tengkuyung) koruptor di TV, dan…HP saya tiba-tiba bordering.
Nomornya asing, tapi masih Indonesia. Rupanya teman lama. Sejak kami lulus SMA di Sintang saya tak pernah bertemu dia lagi. Entah dari mana dia dapat nomor telepon saya.
Ceritanya dramatis. Dari separuh gelandangan menjadi orang sukses di Jawa Barat. Setelah ngaur-ngidul sana-sini, ujung-ujung bicara soal pekerjaan dan kesibukan. Termasuk keinginannya menjadi Caleg. Dia mempromosikan habis-habisan partainya, seperti seorang sales MLM. Dia bercerita ingin pulang kampung dan trik menangguk suara pemilih. Kesalnya dia separuh menghina profesiku sebagai Jurnalis. “Memangnya kerja lain tak ada?”
Wesewesewes….
Kepalaku pening. Tapi karena teman lama kurelakan juga kupingku menjadi samsak kotbahnya.
“Ohya, Kisanak gak ikut sibuk-sibuk mencalonkan diri? Banyak lo wartawan jadi Caleg…”
Aku diam sejenak. Iiii, andai saja dia bukan teman lama.
“Hmm, sibuk juga si…, tapi untuk jadi Caleg belum kepikir”.
“Loh…jadi Kisanak sibuk apa?”
“Mencalonkan diri jadi manusia”.
Klik. Aku mematikan Hp. Terakhir masih kudengar di ujung sana dia tertawa terkikik-kikik. (publish in Borneo Tribune, 7 Januari 2009)
***



kapanLagi VS Blogger, perang telah usai.. Happy New Year 2009 M

31 Dec 2008 | By Mering | Category: Borneo Island

Aaaaaaaaa,,,,, rasanya pengen teriak teman-teman, pusink kepalaku (pusink tanpa alasan). Sepertinya juga ini posting terakhirku di tahun 2008 dan mungkin bisa juga tidak. Tergantung ide yang nyantol di kepala ini, asal ide nya bukan berbau sara dan kriminal yah pasti saya tulis.

Padahal harusnya senang, soalnya 10 jam lagi tahun berganti, memulai hidup baru di tahun 2009 dengan harapan-harapan yang juga baru (wew,, terlalu lebay dech). kemarin pun baru di rilis 1 blog bodoh ku yang beralamat di CatatanBodohShedtya.Blogspot.com , meskipun belum ada persiapan apa-apa di sana, hanya 1 buah postingan pembuka yang entah kapan akan dilanjutkan (doakan saya agar ditahun 2009 jadi rajin yah). Tapi ada yang membuatku sedih, yaitu Kunci motorku hilang (hahahaha… mungkin ini yang membuat ku setres), tapi untungnya ada serep di rumah.

Yasudah lupakan semua itu, kita kembali ke laptop eh.. kembali ke inti postingan (capek dari tadi muter-muter).

Tadi habis keliling-keliling dunia(dunia blogosphere) sambil baca-baca mulai dari blog nya mas pandu, terus jenguk blog ini dan yang satunya, lalu intip-intip plurk saya (join yuk, klik di sini) yang masih baru, dan singgah ke-tempat lainnya hingga sampai ke kang rohman dan dapat info baru tentang kapanlagi[dot]com.

Karena ingatan saya kurang bagus jadi saya lupa kalo hari ini adalah pengumuman ke 10 pemenang ourfriends yang di adakan kapanlagi[dot]com (saya tidak minum cerebrovit sich!). Para pemenang bisa di lihat di sini. Lomba juga dikatakan akan terus dilanjutkan sehingga peserta yang belum beruntung akan tetap mempunyai kesempatan selama banner masih tetap di pasang di blog nya (itu kata kapanlagi lho..).

Namun dibalik pengumuman pemenang kontest ourfiriends kapan lagi, tentunya terdapat banyak kekecewaan yang muncul karena terlambatnya pengumuman dan konfirmasi yang di berikan oleh pihak kapanLagi yank akhirnya menyulut api peperangan dari blogger, seperti:

1. KapanLagi.com is SCAM ????!!!! - Zalukhu.com
2. Scam Itu Banci Kaleng - Radenbeletz.com
3. Surat Terbuka untuk Kapanlagi.com - Ajimonoarfa.wordpress.com
4. kapanlagi.com : SCAM !! - Adi Yahya, Duniasoer.
5. Kapanlagi.com Versus Blogger - Kopitozie, bloggerpesta.
6. KapanLagi.com Penipu Kah? - Kang Rohman, kolom-tutorial.
7. KapanLagi + Scam = Emang Banget….. - Paman Gober, Putraeka.org.
8. Kapan Lagi!!! Kapan Lagi Kau Meni… - Kang Noval.
9. KapanLagi.com, Penipukah Engkau…. - Hangganuarta.
10. Kapanlagi.com Menipu.. Benarkah ? - Bocahiseng.blogpsot.com.

Dan masih banyak lagi postinga-postingan amarah para blogger yang bersatu (hati-hati lho klo blogger sudah marah… inga,inga..). Tapi dari kejadian ini, kapanlagi[dot]com malah jadi tambah terkenal kan hehe,, (ber-terimakasih-lah kepada blogger ).

Sekian dulu aja ah, soalnya penat rasanya kepala ini dan jari-jari manisku sudah lelah membahas tentang ini hehe… Sekalian saya mau mengucapkan

HAPPY NEW YEAR 2009!!!!

kepada seluruh pembaca setia blog ini (semoga blog ini tambah bermanfaat di tahun 2009) dan kepada seluruh blogger indonesia. bye-bye 2008…



Ketika Tukang Ojek tak butuh lagi Pangkalan

28 Dec 2008 | By Mering | Category: Borneo Island

Halo teman-teman blogger :D , lagi rajin nih mau posting :D (semoga terus seperti ini :) ). Awalnya mau di posting kemarin, tapi berhubung kemarin disibukkan oleh tugas OffClass kuliah yang lumayan gampang tapi susah, jadi yah sekarang baru bisa posting. Jadi gini, kemarin pagi sehabis bangun, setelah mandi dan gosok gigi dan sambil makan, isenk-isenk dech buka komputer terus isenk-isenk juga buka Okezone.com :D (kelamaan nih ngemeng-ngemeng nya), OK lanjut..

Ketika di baca-baca, eh ketemu satu artikel yang WOW,,, keren hehe,,,(begitu expresi ku :D ). Ketika baca judul “Ojek Bintaro Mangkal Di Blog” ketika di baca ternyata ini menjadi sebuah ide baru yang OK banget lho. Jadi ceritanya gini, karena sang tukang ojek(Hasan Azhari) kecewa dengan persaingan tidak sehat di pangkalan ojek yang akhirnya membuat pak Arman(nama yang di kenal oleh para pelanggan nya) memutar otak dan akhirnya membuat blog sebagai media informasi dan menjadikan dirinya tukang ojek tanpa pangkalan .

Dengan pengetahuan dunia internet yang di dapat dari ketika bekerja sebagai OB di penyedia jasa teknologi di jakarta, dibagunnyalah http://ojekbintaro.blogspot.com :D . Ingin tahu berita lengkapnya? bisa baca di sini.


Ingatlah, setiap masalah pasti ada jalan keluarnya. Semakin dunia ini berkembang , disamping global warming dan global moneter yang menghantui, tapi dunia informasi tetap akan terus berkembang seiring dengan kemajuan teknologi. Selama ada ide, kenapa tidak di coba :D

Nb: foto diambil dari okezone.com



christmas effect untuk blogger

21 Dec 2008 | By Mering | Category: Borneo Island

Apa kabar teman-teman? wah sekian lama saya tidak mengisi blog saya dengan postingan-postingan dan berbagi pengetahuan dikarenakan ada beberapa kesibukan yang menyita waktu ku (padahal cuma alasan doank hehe,,). Nah sebentar lagi natal tiba dan di susul tahun baru, tidak di sangka sebentar lagi 2008 akan berakhir yah, sebentar lagi juga harapan-harapan baru di tahun 2009 akan kita panjatkan :D.

Kali ini mau sedikit kasih tutorial :D tapi mungkin sudah banyak yang tau (hayo apa?). Di indonesia kan tidak mungkin turun salju hehe,,, nah bagaimana bila kita membuat blogger turun salju aja hehe,,

bagaimana caranya? ikutin terus yah sampai habis .. :)

Cara ini saya dapatkan dari hasil blogwalking ke blogger buster, widget ini dibuat oleh Kurt Grigg yang di share di Dynamic Drive.

Contohnya bisa dilihat di sini. Tapi saran saya sebaiknya dipakai di blog yang warna nya dominan bukan putih :D soalnya snow(salju) kan putih, jadi ga kelihatan dunk :D

untuk memasang widget snow effect ini di blogger silahkan klik gambar di bawah ini:

Gampangkan? nah kelebihan dari widget ini adalah tidak menggunakan image , cuma pure javascript :D

Bila ingin mendownload script nya bisa di sini atau di sini juga boleh.

Sekian dulu nih semoga bermanfaat yah teman-teman.



Narative Reporting untuk Pontianak

19 Dec 2008 | By Mering | Category: Borneo Island, Pontianak

Membangkitkan budaya menulis memang bukan perkara mudah, apalagi menulis dengan bagus dan bermutu perlu stimulan yang terus menerus untuk menjadikannya budya bagi orang di Borneo. Karena itu Tribune Institute, bekerjasama dengan Pantau menggelar workshop narative reporting untuk Pontianak, dari 10-14 November 2008 lalu di hotel Peony pontianak. Kegiatan ini disponsori oleh FLEGT Provincial Kalbar. Pesertanya adalah para journalis dari sejumlah media masa di pontianak, aktivis NGO, Mahasiswa, bahkan 3 mahasiswa dari Jerman hingga ibu rumah tangga, dengan pengampu, Andreas Harsono. Andreas adalah muridnya Bill Kovack, ‘nabinya’ para wartawan. Foto ini diabadikan oleh foto grafer Jessica Wuysang, saat para peserta cowok jalan sore-sore usai kelas sore di Pelabuhan Senghie Pontianak. Terimakasih mas Andreas!
(text photo by mering, Photo by Jessica Wuysang)



Pelajau, cadangan makanan yang potensial

18 Dec 2008 | By Mering | Category: Borneo Island, Pontianak



Caleg muda, Kreatiflah berkampanye…

17 Dec 2008 | By Mering | Category: Borneo Island



first payment dari blogsvertise

15 Dec 2008 | By Mering | Category: Borneo Island

Apa kabar rekan-rekan blogger? Wah hari ini saya sedikit tersenyum lebar nih,, ditengah-tengah Ujian Tengah Semester yang melanda hehe,, akhirnya sebentar lagi cita-cita mau punya domain sendiri bisa kesampaian juga(doakan yah teman-teman), coba dari kemarin-kemarin saya buka email gmail saya, pasti kebahagiaan ini akan lebih cepat saya rasakan. Dari modal isenk-isenk, padahal kemampuan bahasa inggris rendah sekali dan dulu sempat isenk-isenk juga daftar ke blogsvertise. Wah kok semua serba isenk-isenk yah, bisa jadi tips kaya isenk-isenk nih.

Hayo ada apa dengan saya? kok jadi tersenyum-senyum sendiri? apa saya gila?

atau salah minum obat yah? hehe.. tepatnya sich hari ini saya sedang bahagia, akhirnya account paypal saya ada isinya juga, meskipun tidak seberapa, hanya $7.5 tapi sudah lumayan, lagipula dollar lagi tinggi nih nilainya hehe,,(apa hubungannya yah..). Nah cita-cita saya yang kepingin punya domain sendiri sebentar lagi bisa terwujud nih hehe,, doakan terus yah teman-teman. Nih di bawah saya kasih gambar bukti transaksi nya:


Jadi teman-teman seperti saya yang bermodal isenk-isenk boleh juga kan ikutan blogsvertise, dan saya sudah membuktikan. m,, cuma butuh sedikit modal kok:

  1. modal internet
  2. modal isenk-isenk
  3. modal blogs
  4. modal account paypal
  5. modal sedikit bahasa inggris
  6. modal translator

Nah kira-kira di atas itu modal yang kita harus punya cuma 5 hehe,,, bisa join dech di blogsvertise.



HANYA KEPADA SENJA

8 Dec 2008 | By Mering | Category: Borneo Island, Pontianak

by Wisnu Pamungkas

Cintaku pada senja, melebihi keigintahuanku pada apa pun di dunia. Senja yang selalu merah, membiaskan warna saga di cakrawala.



Ancaman Empat Huruf di Limabelas Huruf

3 Dec 2008 | By Mering | Category: Borneo Island, Pontianak

by A. Alexander Mering

“Brur,….masih doyan keluyuran ke tempat begituan?”
Yang diajak ngomong mesem-mesem. Dia baru saja keliling Melawai. Rambut kribonya tak bergerak sama sekali ditiup angin kota metropolitan.
“Wah, Brur…, ini bukan soal moral atau takut dosa. Tapi ini Jakarta, bung! Kota ini urutan ke empat penyebaran HIV/AIDS di Indonesia.”
“Aii…mama, Papua nomor satu…”
Alamak, orang ini, malah bangga tanah airnya di peringkat pertama penyebaran penyakit mematikan tersebut.
Itu kisah lama, pertemuan dengan seorang teman di apartemen Permata Senayan tahun 2006 lalu. Dia menginap di sana beberapa hari untuk ikut sebuah kegiatan di Jakarta.
Lalu bagaimana dengan nasib Kalbar? Juli 2007 lalu, Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat mengeluarkan data kasus HIV/AIDS per September 2006 sebanyak 504 kasus, Desember tahun 2006 sebanyak 635. Artinya kasus meningkat sekitar 45 %. Kapanlagi.com menulis rata-rata peningkatan penderita penyakit ini meningkat 20 persen di Pontianak.
Kemudian akhir November kemarin, ranking Kalbar naik ke peringkat ke-5 besar sebagai daerah rawan penyebaran penyakit mematikan ini. Tapi anehnya tak banyak yang bergeming terhadap fakta ini. Padahal Januari-Oktober 2008, jumlah penderita positif HIV di Kalbar sudah 370 orang dan yang terinfeksi AIDS 151 orang. 22 orang sudah tewas duluan.
Apakah karena cara membunuhnya tidak sedramatis bencana alam? Terlalu pelan dan nyaris tanpa pertumpahan darah?
Wakil Gubernur Kalbar, Christiandy, mengingatkan kita, data di atas masih jauh dari keadaan sebenarnya, karena penularannya sulit terdeteksi, yakni seperti fenomena gunung es.
Berbagai upaya yang dilakukan pemerintah LSM dan sejumlah lembaga lain yang peduli, hanyalah untuk memperlambat kalau tidak dapat menangkalnya sama sekali. Karena penyebarannya sangat terkait dengan prilaku manusia, dengan berbagai dalih.
Kaum mudah paling banyak ditunding menjadi media penyebarannya, konon karena generasi kini makin gampang melakukan seks pra nikah hingga seks bebas selain menggunakan obat terlarang yang menggunakan jarum suntik. Letak geografis Kalbar yang berbatasan dengan negara tetangga juga turut ditunding jadi biang kerok.
Padahal jika ditelaah dengan berbagai kacamata, implikasinya sangat besar, menyelusup ke segala aspek kehidupan. Baik moral, ekonomi, politik, etika agama hingga hukum. Spanduk, Baligho, stiker hingga iklan di media seakan-akan cuma menjadi asesoris yang malah menambah meriah dunia.
Yang kita kuatir pada suatu titik di depan, ada orang di Kalbar bertabiat sama dengan teman dari Papua di atas. Atau pulau Borneo ini kelak terpaksa dijaga dengan kondom seperti iklan yang dibintangi Edo Kondolongit yang ditayangkan di salah satu tv swasta. (publish in Borneo Tribune 4 Desember 2008)



Pe - eR ke 2 yang tertunda

2 Dec 2008 | By Mering | Category: Borneo Island

Hm,, sebuah Pe-eR lagi yang terlupakan dari teman saya yang rajin sekali update blognya dengan tulisan yang wah,,wah,,wah,, yaitu erlia. Karena sekarang sudah tidak terlalu sibuk maka untuk menghormati PR atau homework yang sudah di berikan oleh beliau, maka berikut ini saya kerjakan:

Homework Rules:
1. Each blogger must post this rules.
2. Each blogger must starts with 10 random facts/habits about themselves.
3. Bloggers that are tagged need to write about their own blog, about their ten things and post.
You need to choose some people to get tagged and list their names
4. Don’t forget to leave them a comment telling them that they’re tagged and to read your blog.


10 facts about me:

1. Lahir sebagai anak pertama dari 3 bersaudara 20 tahun lalu.

2. sejak kecil suka warna hitam dan hijau(karena waktu kecil fans power ranger), sekarang suka hitam,hijau,putih,biru,kuning :D

3. Suka bangat sama binatang terutama anjing, tapi terkadang takut juga :D

4. Waktu UTS kemaren, fiuh.. gatau kenapa selalu SKS belajarnya = sistem kebut sejam sebelum ujian di mulai.

5. orang grogian ketika ingin tampil, sekarang lumayan PD :))

6. Bila di beri kesempatan untuk mengulang hidup, maunya yah tetap menjadi diri ini.(klo jadi orang lain, aku ga bisa ketemu teman-teman yang sekarang dunk)

7. Mudah dalam beradaptasi terhadap lingkungan dan sesuatu yang baru

8. Sedang belajar menjadi seorang blogger yang dapat di akui, dan ingin mengikuti jejak mas romi.

9. Ketika masuk bangku kuliah punya moto “hadapi masalah dengan senyuman”, jadi belajar sabar :))

10. Telat menginjakkan kaki di bangku kuliah 2 tahun, namun tetap semangat untuk meraih cita-cita dan membangun cita-cita orang lain.

nah,, homework ku sudah ku kerjakan trus untuk beberapa nama yang aku sebutin di bawah ini tolong di kerjakan juga yah tugas nya :D jangan terputus lho…


Ko Denny, stephanie & dTeepz

cukup 3 aja dech ,tolong di kerjakan yah..



Orang-orang Sekarat di Ruang Gawat Darurat

1 Dec 2008 | By Mering | Category: Borneo Island, Pontianak

by: A. Alexander Mering

Seorang ibu muda berkerudung hijau lumut tergopoh-gopoh menggendong bayi. Bocah itu menangis tak mahu berhenti. Wajahnya pucat. Suaminya seorang lelaki berjenggot tebal— masih sibuk di luar—mengurus administrasi rumah sakit.
Dua perawat datang membantu. Suster menyambut sang bayi serta menepuk-nepuknya lembut agar tenang. Perawat lelaki menghunus jarum, memasang infuse di nadi mahluk mungil itu.
“Berapa umurnya?”
“Empat bulan”.
“Demamnya sudah berapa hari?”
“Ini hari ke empat….”
Penderita gejala tipes di samping kanan, batuk berkali-kali. Kadang-kala ia mengeluh sambil memaki. Tak lama kemudian, pasien lain didorong masuk. Wajahnya gelap. Ada tanda lebam antara alis dan telinga kirinya. Masker oksigen ditelungkupkan di hidungnya. Ia mengap-mengap menghirup uap yang mengepul seperti asap dari masker tersebut. Selangnya melahirkan desis baru yang menambah bising dan sibuk ruangan ini.
“Biasa, asmanya kumat,” kata lelaki gemuk di sampingnya kepada perawat.
Entah apa lagi yang mereka percakapkan. Aku mendengarnya terkadang terang, terkadang sayup. Nyeri dari dalam perut membuatku sibuk. Sakitnya melilit-lilit seperti ada makluk kecil yang menggigit ususku.
“Dasar penyakit pukimak!”
Pandanganku kabur. Tungkai dan sendi seperti tak lagi saling menopang. Saat itulah aku tahu bahwa setiap orang pada akhirnya pasti akan sendiri saat menghadapi ajal, betapa pun riuh-reda hidupnya hari ini.
Banyak adegan terjadi di ruangan itu selama 4 jam. Lebih dari 10 pasien keluar masuk, sementara aku masih terus berbaring menatap neon di dek ruangan dengan ngilu dan sakit. Bau obat bercampur carbol menghambur ke udara, seperti yang terjadi hampir di tiap rumah sakit.
Di kiri ruangan yang jaraknya 3 ranjang dari tempat aku terbaring, seorang pasien tua tiba-tiba kejang.
“Dokter Damianus, Dokter…cepat!?”
Damianus adalah Wakil Direktur Rumah Sakit Antonius. Pagi itu gilirannya piket di UGD. Dia tergesa-gesa keluar bilik yang terletak di sudut kanan ruang . Beberapa perawat berlari menyongsong, menutup separuh tirai hijau yang memisahkan ranjang satu-dengan lainnya.
Tapi ujung kaki pria tua tersebut terus berkelojotan. Jempolnya tersembul dari balik tirai, teracung-acung. Seluruh tubuhnya bergetar hebat melawan maut. Di sampingnya, seorang lelaki menggenggam tangan tua itu erat-erat dengan mata berkaca-kaca.
Dokter dan perawat bekerja cepat memasang alat. Tapi tak lama kemudian suara ngoroknya memenuhi ruangan, sebelum akhirnya hilang menyisakan hening panjang yang mencekam.
Alamak, tak terasa 4 jam sudah aku berbaring di antara erangan orang-orang yang sedang bergulat dengan maut.
***
Di atas kepala, tempat aku berbaring air conditioner mendesis-desis. Selimut tak mampu menghalau dingin. Rasannya lebih ngilu dari siksaan penyakit yang kuderita. Aku ngeri. Di kanan-kiri tiang botol infuse terpasang bejejer seperti nisan. Sebotol dialirkan melalui slang ke pergelangan tangan kiriku.
Suster Lusia, memeriksanya.
“Awas ya, jangan dipercepat sendiri, nanti kamu menggigil”.
Ini botol kedua yang dipasang, sejak aku masuk pagi tadi. Cairan itu meluruk seperti pancuran kecil ke nadiku.
Sementara di salah satu ruangan, karyawan dan para medis Rumah Sakit Santo Antonius sibuk mempersiapkan pohon natal 2008. Berbeda dari pohon natal tahun sebelumnya, kali ini terbuat dari puluhan ribu botol putih bekas infuse. Satu di antaranya masih terpasang di lenganku yang lelah.
“Selamat Natal ajal!”



Tukul kembali dalam “bukan empat mata”

29 Nov 2008 | By Mering | Category: Borneo Island

selamat malam, meski lelah dan ngantuk rasanya, habis mengerjakan tugas kelompok dari salah satu UKM di kampus yang saya ikuti, yang juga sedikit membuat saya pusink dengan jadwal HMJ yang saya ikuti dan tentunya salah satunya mesti harus terlantar, begitu juga urusan hati hehe,,,

Hus,,hus,, kok beda sich sama judul hehe,,,

Ok kembali ke laptop eits,, semboyan siapa itu yah?? Tukul arwana, betul sekalililili,, betul sekalililili,, (nah klo ini semboyan siapa?? hehe.. logat parto klo lagi latah :D ) . Nah,,tahu kan acara yang di bawakan oleh tukul, empat mata, setelah tadi isenk-isenk blogwalking eh pas baca-baca dapat kabar baru, jadi langsung dech saya berbagi dengan teman-teman yang mungkin ada penggemar atau fans nya tukul arwana atau acara empat mata, sekalian bejalar SEO.

Berawal dari info di blog ini akhirnya saya pun tahu, acara empat mata yang dalam beberapa minggu ini di somasi oleh KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) katanya akan ditayangkan lagi oleh trans7 , namun acara ini tidak bernama “empat mata” lagi alias berganti nama menjadi “bukan empat mata” . Seperti yang pernah di katakan oleh kompas.com bahwa “jika ada niat baik, empat mata bisa tayang lagi” .

Nah acara ini tetap di gawangi oleh tukul awrana sang ikan lele dan tetap di temani oleh pepi , vega dan Ini band mulai tanggal 1 Desember 2008 pukul 21.00 . Dan pastinya memiliki konsep yang berbeda dengan acara sebelumnya (Empat Mata) yang terlihat seronok dan vulgar. Pergantian nama ini juga mungkin untuk merubah image dari konsep acara sebelumnya.

Seperti apa kah bukan empat mata ?? kita nantikan saja yah, yang mau nonton yah nonton, yang ga minat saya gaq maksa :D , saya saja tidak tahu punya kesempatan atau tidak untuk menonton nya :( . Sekian laporan dari saya (wah kok jadi kaya reporter)

selamat menikmati “bukan empat mata”



Dunia Utopia

28 Nov 2008 | By Mering | Category: Borneo Island, Pontianak

by A. Alexander Mering

Kiranya dunia kita memang sangat berbeda. Lapis atmosfer di atasnya adalah jarak yang bahkan tak bisa dihitung dengan rumus matematika di sekolahmu. Kalau pun kita telah bertemu, itu semata-mata karena kita rindu, rindu untuk datang ke suatu tempat yang telah kita sepakti bersama sebagai sebuah dunia yang lain.



Laptop in Memoriam

26 Nov 2008 | By Mering | Category: Borneo Island, Pontianak

By A. Alexander Mering

Sebuah Mobil kijang silver berhenti persis di belokan pertama, depan Bandara Supadio Pontianak. Mesinnya tak dipadamkan.
Berri tak bergeming di belakang setir. Berri bukan supir, dia advokat pada kantor Suwito & Associates. Sebuah kantor advokat cukup beken di Kota Pontianak. Tapi siang itu ia membantu kami menjadi driver.
Pintu samping terbuka. Aku Andreas Harsono dan Dwi Syafriyanti bergegas turun.
“Jangan bergerak dulu ya, kami akan mengangkat barang”.
”Oke”.
”Ingat ya, jangan jalankan mobil, ada laptop saya di kursi.”
Aku buru-buru mengangkat ransel Andreas Harsono dari belakang jok belakang. Sebentar lagi dia harus terbang ke Jakarta. Andreas adalah pengampu jurnalistik di Pantau Foundation dan salah satu jurnalis yang diperhitungkan di republik ini. Beberapa jurnalis menganggap Andreas keras kepala dan keterlaluan, bahkan Junaini KS, Pimred Harian Equator Pontianak pernah menyebutnya lebih Amerika dari pada Amerika. Aku pernah bekerja di koran yang dipimpin Junaini. Tetapi aku tak peduli penilaian orang. Bagiku Andreas adalah penemu bakat, dia sudah mengajar banyak wartawan—di negeri tanpa nabi yang begitu bangga menyebut dirinya Indonesia ini—bagaimana menghasilkan karya jurnalistik bermutu. Andreas sangat percaya karya jurnalistik yang bagus dapat mengubah dunia.
Andreas menenteng kardus berisi oleh-oleh, bekal sang mertua. Ada langsat punggur, chencalok kesukaan Safariah dan lain sebagainnya. Safariah adalah istri Andreas. Beban tampaknya sangat berat. Tangan lain, mengamit tas berisi Lumpia yang baru dibelinya di sebuah toko roti, Jalan Gajah Mada.
”Norman sangat suka Lumpia Pontianak,” katanya saat kami membelinya tadi.
Dia bergegas ke pintu masuk, check in. Andreas ke Pontianak untuk memberikan workshop Narrative Reporting untuk Pontianak 10-14 November di Hotel Peony Pontianak. Pantau dan Tribune Institute menggagas kegiatan ini. FLEGT-Support Project menjadi sponsornya.
Dwi bergegas menyusul Andreas. Berri masih di belakang stir sambil mengawasi kami mengangangkat barang.
”Jangan bergerak dulu ya…!”
Tapi baru beberapa langkah aku menuju peron, Berri pun menginjak pedal gas. Belum sempat sempurna, mobil batuk-batuk dan mati mendadak.
Jok mobil yang sedikit menekuk ke depan ikut terayun dan Gedebug! Laptopku yang masih terbuka kena hantam. Tadi aku belum sempat menutupnya karena tangan penuh barang, jok mobil memang belum disandarkan ke posisi semula.
Aku hampir menjerit. Berri pula hanya nenyengir kuda. Aku ke mobil setengah berlari, memeriksa laptop yang tadi masih menyala. Aku belum menyimpannya ke dalam tas, karena sepanjang jalan aku mengedit berita halaman 12 koran Borneo Tribune, sebab sudah di ambang deadline. Internet juga masih terpasang karena sedang mengirim berita editing tadi ke kantor redaksi via email. HP Sony Ericson yang kujadikan modem, kuletakkan di atas keyboard laptop.
”Alamak…, kan udah kubilang jangan bergerak!”
Suaraku tercekat di tenggorokan, tungkaiku lunglai saat lipatan laptop terbuka.
Screen retak 4 bagian. Tengah layar menyisakan bulatan hitam dengan garis-garis vertikal seperti benang berwarna.
”Bher, tadi aku sudah ingatkan jangan bergerak, sekarang lihat akibatnya…”.
”Maaf, aku tidak tahu…., maaf.”
”Oke…, tak apa, tak apa”.
Aku tiba-tiba merasa sangat lelah. Ada sedih, getir dan kecewa tertelan bersama-sama. Aku menyesal karena membiarkan saja laptop tak terjaga. Marah, karena tak mungkin marah pada Berri karena keteledorannya. Aku yang lalai. Sedih karena laptop Laptop Asus Ee PC mungil ini telah menemaniku sampai ke pelosok Kalimantan. Hutan, gunung dan ngarai sudah kami jelajah bersama dalam beberapa kali pengembaraan. Bahkan hingga ke puncak Bukit Sarung Sampuro yang dikeramatkan. Selain bukit Bawang dan yang lainnya, Sarukng Sampuro adalah bukit ketiga yang selalu dilafazkan pemantra, kala sub etnik Dayak Salako nyangahatn dalam sebuah ritual adat kepercayaan. Bukit ini terletak di Kecamatan Mempawah Hulu.
Aku juga pernah mengirim berita dengan laptop ini di tengah sawah, di Cap Kala, Kabupaten Bengkayang.
Ohya, warna telur asinnya kerap membuat beberapa rekan wanita gemas. Tak terkecuali Dorina, mahasiswi Bonn University yang sedang magang di Borneo Tribune. Bentuknya mungil, dirancang khusus bagi para traveler. Praktis dibawa, bahkan suatu hari aku pernah menyelipkannya di balik jaket saat naik motor. Biasanya kubalut dengan slayer bendera Jepang.
”Wah, itu pusaka samurai Jepang ya,” ledek seorang teman. Aku cuek saja, tapi diam-diam bangga mendekapnya karena bersejarah.
Memang tak secanggih generasi kedua. Selain tak dilengkapi web came, memorynya pun sangat miskin, Cuma 2 GB. Aku pun terpaksa membeli hardisk Eksternal 250 GB setelah menabung 5 bulan. Aku senang dan berusaha menjaganya dengan baik. Seminggu sekali aku sapu dengan cleaning foam, untuk membuang daki. Soal akses internet, asalkan ada signal Telkomsel, pasti tockcer! Agak lambat dikit, tetapi lumayanlah untuk kategori layanan telkomselflas unlimited. Cukuplah untuk sekadar buka-tutup email dan mengirim berita serta foto ke kantor redaksi dari jarak jauh.
Seorang wartawan pernah kutepis tangannya karena akan menyentuh laptop itu dengan tangan belepotan minyak bakwan. Aku bahkan sanggup menanti hujan reda, asalkan dia tidak lembab, apalagi basah. Karena itu accident ini seperti sebuah pukulan. Sakit! Tak saja aku telah merasa kehilangan, seolah-olah tanganku sendirilah yang terkulai, menjuntai-juntai tanpa arah. Tangan yang kehilangan tempat mengukir ide dan sekadar kisah.
Penyelenggaraan Workhsop Narrative Reporting yang sukses, ternyata harus kubayar dengan kerusakan laptop! Kesedihanku semakin sempurna ketika suatu pagi aku menerima SMS Freddy Hernawan.
”Maaf, bang, aku sdah tnya sna-sini, screen laptop abg tk dapat diganti”.
Lama aku tercenung. Laptop kecilku tak tertolong lagi. Haruskah aku memahat nisanmu di sini. RIP: ASUS EePC, 15 November 2009.



Selamatkan Jantung Borneo Melalui Blog

25 Nov 2008 | By Mering | Category: Borneo Island, Pontianak

By A.Alexander Mering

Ketika isu pemanasan global dan kehutanan dirasa seksi dibicarakan, banyak lembaga yang meliriknya sebagai sebuah lahan untuk ‘digarap’. Mata sejumlah NGO atau LSM lokal hingga luar negeri tertuju ke sana, atas nama kelangsungan dan keselamatan bumi dari kemusnahan. Salah satunya adalah upaya mempertahankan kawasan Heart of Borneo (HoB) yang menjadi menara air, 3 negara sekaligus paru-paru dunia. Seperti yang dilakukan WWF, dan sejumlah lembaga lain.
“Paru-paru yang dipenuhi asap dan rusak parah,” sindir seorang teman wartawan. Yang dimaksud adalah 230 juta kilometer persegi hutan yang kini dijadikan kawasan HoB. Bahkan Majalah National Geographic edisi November 2008 memuat laporan Mel White setebal 26 halaman bersama foto yang diabadikan Mattias Klum tentang kerusakan rimba pulau terbesar ketiga di dunia yang nyaris tinggal legenda ini.
Lalu apa arti kekayaan yang kita dapat dari menanam kelapa sawit, tetapi paru-paru sendiri dihabisi? Apa gunanya duit betepek-tepek di berangkas jika pada akhirnya pulau ini tenggelam atau menjadi sekering neraka kelak? Adakah ini omong kosong? Jika Anda membaca hasil penelitian tentang nasib pulau ini, maka akan melihat tingginya deforestasi di pulau ini. Sekitar 1,2 Juta hektar hutan Borneo hilang setiap tahun (periode 2000 – 2002). Yang tersisa tidak lebih dari 50% saja dan tentu terus berkurang, menyusul upaya pemerintah Indonesia yang terus melakukan ekspansi perkebunan kelapa sawit dan mengalahkan Malaysia.
Pesta blogger 2008 yang digelar 22 November lalu di Jakarta, dan turut mengundang Borneo Blogger Community (BBC) telah mengingatkan kita betapa pentingnya memperjuangkan HoB yang sisa cebisan. Sebagai komunitas berbasis web log, BBC tidak sekadar ingin mencuri pandangan seribu lebih blogger yang hadir pada pesta tersebut pada topik ini, tetapi juga mengajak tiap-tiap warga negara dunia maya untuk saling mengingatkan bahwa tak cuma pongo (orangutan), tak cuma arwana berikut jutaan species di pulau ini yang terancam, tetapi setiap mahluk yang menghirup udara di planet ini. Terlalu banyak yang berkepentingan pada takdir pulau ini. WWF melalui program HoB-nya bersama pemerintah juga telah berupaya mendorong program ini. BBC melalui situsnya www.borneoblogger.com dan www.borneobloggercommunity.blogspot.com, hanyalah sebuah keniscayaan, hanya sebuah ikhtiar bersama untuk menyelamatkan yang tersisa dari kehidupan untuk kelangsungan hidup bersama. Kiamat pulau ini memang tak mungkin dihentikan, tapi setidak-tidaknya masih bisa kita tunda beberapa saat dengan cara bersama-sama.



Sagu (part 2)

24 Nov 2008 | By Mering | Category: Borneo Island, Pontianak



Belajar JAVA Console dengan Notepad++ , Pagerank turun dari 4 jadi 2

23 Nov 2008 | By Mering | Category: Borneo Island

Setelah kaget mengetahui update Google Pagerank yang begitu cepat hingga 2 x wow,, kaget juga nilai Pagerank saya turun hehe,,, dari PR4 akhirnya jadi PR2 hehe,,, gpp lah soalnya kebetulan beberapa minggu ini saya sibuk dengan urusan kuliah jadi nga punya inspirasi mau posting apa :D , pergi pagi pulang malam haha,,, maklum pulang pergi soalnya bekasi to kemanggisan, jadi traffic blog menjadi berkurang. Hus,,hus,, jadi curhat,, inget judulnya apa hayoo,, hehe,,,

Ok kembali ke judul, hm,, kebetulan semester awal kuliah yang saya jalanin ini (huff,,akhirnya setelah 2 tahun lulus bisa kuliah juga hehe,,) saya mendapat pelajaran AMOOP 1 (Algoritma dan Metode Object Oriented Programming 1) dengan menggunakan bahasa pemograman JAVA berbasis Console dan editor yang di pakai adalah Notepad++ .

Selama seminggu pertama menggunakan Notepad++ sempat bingung karena tidak bisa mengcompile dan run program JAVA seperti yang dilakukan ketika praktikum di Lab.Software dengan membuat shorcut CTLR+1(untuk compile) dan CTRL+2(untuk run). Akhirnya diketahui masalahnya :D. Berikut ini akan saya tuliskan step by step nya.

Untuk belajar programming JAVA tentunya kita harus menginstal terlebih dahulu Java machine nya yang bisa di download dari sini. Saya rasa saya tidak perlu menjelaskan proses instalasi secara rinci karena saya rasa cukup gampang, setelah selesai di download cukup klik dua kali file tersebut, kemudian tinggal next dan accept beberapa kali lalu tunggu hingga instalasi selesai.

Setelah instalasi selesai maka akan terdapat folder JAVA yang berisi teman-temannya di dalam program file komputer kamu. Untuk memastikan versi dari java yang kamu instal coba buka command promp dari RUN kemudian ketikkan CMD lalu enter, setelah itu ketikkan “java -version” tanpa tanda kutip. maka akan terlihat versi dari java kamu.


Nah setelah java machine selesai di instal kita perlu satu lagi editor atau software untuk membuat program java sebagai media untuk megedit program dan script java, ada banyak sekali jenis editor atau software untuk melakukan programming java contohnya : eclipse, netbean, Jcreator, notepad++, textPad, dan banyak lagi. Nah untuk belajar java console saya menggunakan editor Notepad++ yang support banyak bahasa pemograman. Nah agar gampang dalam menggunakannya download saja source notepad++ sehingga tidak memerlukan instalasi, download source notepad++ di sini.

Setelah selesai download extrak file notepad++ di dalam folder JAVA (c:\program files\java\notepad++). kemudian klik kanan pada file notepad++.exe lalu pilih send to desktop untuk membuat shortcut ke desktop.

Sampai disini kita sudah bisa mulai membuat program Java dengan Notepad++ namun untuk compile dan run java harus via command prompt yang akan saya bertahu di postingan selanjutnya.

Nah sekarang kita akan membuat shortcut di notepad++ agar lebih gampang untuk meng-compile dan run program javanya. Pertama-tama buka program notepad (bukan notepad++) lalu ketikkan seperti gambar di bawah ini.

Kemudian save di desktop dengan nama file “Javac.bat” tanpa tanda kutip. Kemudian ganti lagi tulisan di notepad tadi menjadi seperti di bawah ini.
Lalu save as di desktop dengan nama “java.bat” tanpa tanda kutip. Bila sudah sekarang tutup notepad nya. Lalu pindahkan file javac.bat dan java.bat ke folder bin (biasanya : c:\program files\java\jdk1.6.0_xx\bin). Lalu buka program notepad++ agar langsung bisa di test ketikkan barisan program sederhana seperti gambar di bawah ini lalu save dengan nama file Welcome.java di file bin instalasi java kamu (ingat W nya huruf besar dan j pada java nya huruf kecil) dan jangan lupa untuk memilih language menjadi JAVA, caranya pada menu notepad++ klik LANGUAGE lalu pilih JAVA.

Setelah itu maka pada menu klik “Run” lalu pilih “Run…” atau tekan F5. Maka akan muncul satu form dan isi dengan letak file javac.bat dengan tanda kutip ditambah $(FILE_NAME).
Contoh: “C:\Program Files\Java\Jdk1.6.0_02\bin\Javac.bat” $(FILE_NAME)

Lalu klik save dan muncul sebuah form lagi, beri nama Compile Java, lalu centang pada CTRL dan pada menu dropdown pilih 1 kemudian klik OK.

Setelah itu shortcut compile java (CTRL+1) sudah jadi sekarang kita lanjutkan membuat shortcut untuk menjalankan Java(CTRL+2). Masuk lagi ke menu “run” lalu “run…”, ketikkan alamat file Java.bat dengan tanda kutip lalu tambahkan “$(NAME_PART)” tanpa tanda kutip.
Contoh: “C:\Program Files\Java\Jdk1.6.0_02\bin\Java.bat” $(NAME_PART)
Lalu klik save dan beri nama Run Java Aplication, lalu centang pada CTLR dan pada menu dropdown pilih 2 kemudian klik OK.
Sampai disini shortcut sudah selesai di buat. Silahkan test untuk mengcompile file Welcome.java tadi dengan menekan tombol CTRL+1 lalu menjalankannya dengan CTRL+2.

Ingat tadi saya suruh save file Welcome.java di dalam folder bin instalasi java kamu, jika kamu save di tempat lain maka shortcut tidak bisa di jalankan dan akan muncul error. Untuk tau trik cara agar file java kita dapat kita save disembarang tempat dan bisa di compile dan di jalankan baca di sini.

NB: bila malas bikin file-file di atas download saja di sini ^^.



Pesta Blogger 2009, Horeeeeeee!

22 Nov 2008 | By Mering | Category: Borneo Island, Pontianak

By A.Alexander Mering

“Wah ini orang jauh”.
“Wah…,selamat datang Borneo Blogger Community!”
“Horeeeeeeeeeee!”
“Selamat datang orang Kalimantan!”
“Horeeeeeeeeeee,…..ye…ye…!”
Aku mengangkat laptop. Teman-teman lain berdiri serentak, sambil berteriak-teriak.
“Wah, ada yang cakep-cakep dari Kalimantan!”
“Horeeeeeeeee….ye…ye….!”
Heboh. Geger.
Tiap kali MC menyapa komunitas. pasti riuh-redah. Berteriak-teriak seperti anak-anak dalam sebuah festival.
“Jika tahun lalu hanya hadir 1 mentri, tahun ini tiga mentri,” kata Wicaksono.
Wicaksono adalah Ketua Panitia Pesta Blogger 2008. Ia dikenal dengan blognya Ndoro Kakung. Tak cuma blogger dalam negeri yang datang. Blogger Australia, Malaysia yang juga anggota parlemen di negerinya, blogger Philifina, Singapura juga datang.Ohya, ini bukan sekadar pesta! Ini orang-orang dunia maya, generasi digital dari seluruh nusantara. Sebuah negeri tanpa sempadan dimana tiap orang memiliki hak untuk menjadi warganya. KTP-nya cukup sebuah aku domain di internet,rumah virtual tempat berjumpa. Kini aku sedang duduk dalam sebuah ruangan penuh manusia, di lantai III BPPT, Jalan Thamrin. Udara di luar cukup cerah dan menambah gairah orang-orang menyemut ke gedung ini.
Aku duduk di kursi deretan 5 bersama 5 blogger dari Kalbar, Borneo Blogger Community. Ada Bang Andi Mujahidin, Pipiey, Yudhi, Bang Yaser dan Bambang Bider. Aku diapit Bang Andi dan Bambang. Bang Andi adalah orang Kampung Dalam Bugis, Pontianak Timur. Dia tugas di Jakarta sejak tahun 1991 di Kantor Jasa Marga Persero.
Aku tak pernah jumpa dia sebelumnya, dulu kami berkenalan di internet. Karena itu senang sekali rasanya bisa bertemu bang Andi di pesta ini. Bambang Bider adalah seorang blogger asal Sanggau Ledo,Kabupaten Bengkayang. Dia Heart of Borneo WWF, Kalbar yang mensponsori keberangkatan aku kejarkta kemarin ke Jakarta. Kami merancang program sinergi yang bagus antara HoB dan Borneo Blogger Community.
Ruangan mulai penuh, panitia mengumumkan bahwa acara tak lama lagi akan dimulai. Tapi musik masih berdentam-dentam. Lampu blitz kamera yang berpedar menerangi nyaris tiap pojok ruangan membuat aku agak pusing, tapi aku terus menulis.
Bang Andi celingak-celinguk. Dia sibuk memotret beberapa peserta dengan Hp Sony Ericsonnya.
Gerombolan wartawan dari media cetak dan elektronik juga sudah berkumpul, mereka diberi jatah duduk special, di kursi deretan depan.
Seorang bocah lelakil menghampiri kami. Dia menyodorkan stiker catatanku.com. Sama dengan tulisan di kaos putih yang dikenakannya.
Ohya aku lupa, tadi kami sempat berfoto bersama Endah Nasotiaon, dia adalah salah satu dedengkot blog Indonesia, seperti juga Budi Putra, Wicaksono dan lainnya.
“Ini presidennya Blogger Indonesia 2009,” kata Yaser.
Endah tersipu-sipu. Kami berjabat tangan, seolah-olah sudah kenal lama. Padahal cuma berjumpa di internet. Rasanya seperti keluarga. Wah, luar bisa, ngeblog bisa merekatkan silaturahmi sesama. Aku fikikir ini adalah sebuah revolusi cara berkomunikasi virtual yang menyenangkan sekaligus berbahaya.
Ohya, karena sekarang acaranya sudah mulai, nanti aku lanjutkan lagi menulisnya.



Sulit batalkan print job yang error

20 Nov 2008 | By Mering | Category: Borneo Island



Ketika romi satria wahono bicara tentang cinta ini membunuhmu

20 Nov 2008 | By Mering | Category: Borneo Island


Hm,,sedikit obrolan ringan ah hari ini hehe,,, sedikit berahli materi juga, sesekali ingin mencoba membahas seputer kehidupan nyata plus maya seperti mas anang, atau seperti si bocah atau seperti mas romi yang bicara tentang “cinta ini membunuhmu”. Nah ngmeng-ngemeng(hehe,, pake bahasa nya tukul sedikit ah..) tentang mas romi yang bicara tentang “cinta ini membunuhmu”, bukan “cinta ini membunuhku” milik D’masiv yah, ternyata mas romi itu tidak hanya punya ilmu pengentahuan tentang dunia ilmu komputer(teknologi informasi) yang tinggi saja, tapi dalam hal percintaan juga maknyus teman-teman.

Tadi pagi, isenk-isenk main ke rumahnya mas romi di romisatriawahono.net , eh,, ada postingan baru, judulnya cukup mirip sama lagu yang lagi booming beberapa bulan ini, milik salah satu band yang naik daun setelah membawakan lagu tersebut, hayo siapa? baru saya sebut tadi lho..hehe.. D’masiv - cinta ini membunuhku, namun judul nya sedikit berbeda, yaitu Romi satria wahono - “cinta ini membunuhmu” hehe…

Tak di sangka mas romi pun bukan hanya sebagai dosen ataupun dokter TI tetapi bisa juga jadi dokter cinta. isi dari cinta ini membunuhku by mas romi ini menurutku yah T.O.P banget (setelah anda baca juga pasti akan bilang begitu), penggemarnya saja tidak kalah sama postingan-postingan mas romi yang membahas tentang pendidikan ataupun IT, sampai sekarnag sebelum saya nulis postingan saya saja jumlah komentar sudah berada di titik 56 derajat celcius eh maksudnya 56 komentar hehe…

Kenapa saya sebut mas romi bisa jadi Dokter cinta, soalnya bahasannya mudah di mengerti, soalnya sekali baca saya juga sudah mudeng hehe… “Cinta ini membunuhmu” ini ditulis mas romi berawal dari seorang mahasiswa yang mengirim email kepadanya yang di tolak sama pujaan hati kemudian nilai-nilai jadi hancur lebur (jangan di tiru yah teman-teman hehe.. semangat, mati satu tumbuh seribu,, inga,,inga,,) . Begitu banyak kutipan-kutipan perkataan dari berbagai film yang populer tentang cinta yang ada di dalam Cinta ini membunuhmu by romi satria wahono ini, dari lagu D;masiv, Layla Majnun, Tristan und Isolde, Roro Mendut dan Pronocitro, sampai Romeo and Juliet.

Kemudian berisi sebuah kata sakti dari mas romi yang saya suka hehe…

Apakah cinta, mencintai dan dicintai adalah salah? Jawabannya adalah tidak. Cinta itu indah, cinta itu semangat dan cinta itu adalah kebahagiaan. Bahkan mungkin kekuatan kita untuk mencintai adalah titik tertinggi dari hakekat cinta.

Lalu ada paradigma by romi satria wahono, yang dari gambar nya saya jadi ingat tentang materi kuliah saya tentang konsop sistem informasi (gambarnya kira-kira seperti itu sich mas). lalu ada sebuah pesan-pesan terakhir di postingan mas romi yang singkat namun berarti yang mulai sekarang harus saya terapkan (teman-teman juga yah) hehe,,,

Tapi saya tidak mau tulis di sini,, jadi teman-teman baca sendiri aja yah di sini.

Sekian dulu hehe,,,



mp3 player minimalis untuk friendster

19 Nov 2008 | By Mering | Category: Borneo Island

Haloo,, salam blogger hehe,,, (gaq jelas saya hehe,,). Akhirnya sekian lama saya ga posting, disebabakan gatau mau menulis apa, serta kesibukan-kesibukan yang menyelimuti (hoala,,dramatis dech hehe,,). Kali ini sedikit kasih tips berbeda hehe,,, dan kabarnya juga dari sesuatu yang sedikit lagi hot-hot beberapa waktu ini, apa itu? FRIENDSTER!! hehe.. baru kali ini nih,, melangkah ke arah friendster, berubah haluan dikit hoho,,. Sebenarnya bukan cuma untuk friedster aja sich, tapi bisa juga untuk myspace dan sejenisnya atau untuk hiasan blog juga boleh :D . Udah ah,, mari kita mulai saja, mau tau saya mau bikin apa? hayo baca terus hehe,,, (padahal lihat judul juga udah tau)…

Nah, kali ini saya mau coba berbagi tips untuk bikin mp3 player, dan bukan mp3 player sembarangan hoho,,, ini saya kasih nama mp3 player minimalis, meski minimalis tapi ringan dan maknyus dech,,, hoho,, mau tau caranya? baca terus yah sampe bosan hehe,,,

Nah di jaman yang serba susah ini, dimana harga-harga pada naik,begitupun dengan dolar yang akhirnya bikin tambah mencekik, kita ga mau juga dunk, masa dengerin mp3 secara online juga tercekik,, karena suaranya tersendat-sendat, loading lama hehe,,, (yah tau lah internet kost kan kadang-kadang lemot). Oleh karena itu, yang kita butuhkan adalah sebuah situs server lagu lokal , kemudian selain server lagu lokal di butuhkan juga situs generator mp3 player, supaya semakin mudah kita membuat mp3 player minimalis kita. Jadi kita ambil indowebster sebagai server lagu lokal kita dan generator dari musik-live.net sebagai generator mp3 player minimalis kita.

Ikutin langkah-langkah di bawah ini yah :

1. Buka situs indowebster dengan cara klik disini.
2. Kemudian cari bagian search nya seperti gambar di bawah ini


kemudian klik pada tulisan Indowebster seperti yang di lingkari diatas sampai kotak search nya berubah menjadi seperti di bawah ini :

Kemudian ketikkan judul lagu atau nama penyanyi yang kamu suka, contoh saya mencari lagu kepompong dari Sindentosca maka saya ketikkan “sindentosca kepompong” tanpa tanda kutip yah. Maka akan muncul hasil pencarian di bawahnya, kira-kira seperti di bawah ini:

Nah kemudian pilih salah satu, silahkan lihat kategori dan ukuran file nya, yang bisa kita pakai adalah yang masuk ke kategori mp3/audio dan size kira-kira antara 1Mb - 6Mb (soalnya klo kegedean filenya unduhnya juga lama hehe..). Klo dah tau mana yang mau di pilih tinggal klik aja judulnya kemudian kamu akan di bawa ke halaman seperti ini:

Yang di perhatikan adalah area yang saya beri kotak warna merah. Bila pilihan tipe file kita benar, maka akan ada audio streaming seperti yang saya beri kotak warna biru(mungkin kelihatannya seperti warna ungu he..), klo di klik pasti bakal langsung memutar lagu. Nah klo sudah benar sekarang kita ambil alamat file lagu tersebut :D .Caranya lihat pada gambar yang saya beri kotak warna hijau, yang bertuliskan “Download from IDWS” klik kanan pada tombol tersebut. Untuk mozila firefox langsung pilih copy link location, untuk IE pilih properti, kemudian pada baris address(URL) copy alamat link nya.
Setelah itu kini kita masuk ke generator nya. Pertama masuk ke musik-live.net kemudian cari tulisan Music code generator di bagian header nya, lalu di klik. Maka kamu akan di bawa ke sebuah halaman window baru yang tampilannya seperti di bawah ini.
Lalu klik tulisan berwarna kuning yang saya beri kotak warna merah seperti di gambar. Lalu akan muncul sebuah kotak kecil berisi tulisan-tulisan (hoho..bukan gambar-gambar), nah lalu paste link yang tadi kita copy dari indowebster di kotak yang bertuliskan “URL Link Host Mp3 File” dan di baris berikutnya adalah konfigurasi warna mpl3 player yang mau kamu pakai, bila mau mengikuti standard, tidak perlu di ubah, kemudian di bagian paling bawah sebelum tomblo generate, ada pilihan auto start(untuk start secara otomatis pilih yes) dan loop music(ingin music di putar terus menerus pilih yes) bila sudah kamu tinggal tekan tombol Generate The Code, akan muncul html embed code yang bisa di copy kemudian tinggal di letakkan di profile friendster kamu, boleh di bagian Media Box, boleh di bagian Who i want to meet, atau boleh di letakkan di blog dengan menambahkan page widget html/javascript.

Nah mudah bukan, mudah-mudahan semuanya mengerti dengan bahasa yang amburadul di atas hoho,,



Narasi Telinga

15 Nov 2008 | By Mering | Category: Borneo Island, Pontianak

By Wisnu Pamungkas

Periksa satu telinga
maka akan kau temukan talas
mengeras
tradisi yang diwariskan lisan
meluruk menjadi hujan
dan kemenyan tanpa tawas

Periksa satu telinga
terngiang-ngiang dalam gantang
mencari sunyi,
sunyi, sebuah gambar hati di tumpukan kertas

Periksa saja satu telinga
ada keluh yang membunuh
ada doa yang menyembuhkan

Hotel Peony, 14 November 2008



[meng]atas[i]:darurat

9 Nov 2008 | By Mering | Category: Borneo Island, Pontianak



kembang:sempurna

8 Nov 2008 | By Mering | Category: Borneo Island, Pontianak