
Yeaaah..aku mau hiatus untuk jangka waktu yang belom diketahui berapa lamanya. Oke. Itu aja. Mohon maap lahir batin untuk semua yang belom sempet ter-post-kan disini dan jangan lupa merindukan aku ya?
muach, muach, muach.. i’ll be back soon.
Aduh, sibuk..
Pagi ini sama seperti pagi biasa, tak jauh berbeda dengan lainnya….
Bedanya aku dibangunkan oleh suara indah yang lama tak menyapa pagiku…
Suara yang sempat menemani hariku selama beberapa minggu belakangan
Aku tak tau kenapa, aku hanya tak ingin saja
Pagi ini dia datang padaku… Mengajakku ketempat yang berbeda….
Memberikanku sesuatu yang berharga menurutku…
Sungguh… Kedatangannya pun sudah cukup bagiku…
Aku berbicara tanpa pernah menatap matanya….
Bukan karena takut atau bagaimana……
Bukan karena malu atau bagaimana….
Ada yang berbeda…..
Serasa ingin mati saja….
Mengungkapkan rasa yang ada ini
Yang kutau ini bukan cinta……
Bukan pula rasa sayang………
Hanya rasa takut akan sesuatu yang aku tak tau
Aku hanya berharap kau bisa menjadi apa yang kau mau
Apa yang kau inginkan dan harapkan…
Masamu hanya akan ada saat ini
Entahlah……
Kita tak bisa bersama lagi….
Namun aku tetap melihat dan menjagamu dengan hati…
Keep smile……..
Toex orang yang tersesat akan langkahnya…
Kembalilah ke duniamu yang indah ini….
Lupakan mimpi buruk yang kau jalani ini
Cukup….. Lepaskan saja….
Berhubung kemarin ada yang bertanya ke pada saya lewat email tentang koneksi peer to peer atau menghubungkan dua komputer tanpa melalui via hub/switch makanya saya mencoba menulis tutorialnya hari ini, walaupun saya sudah tau sebenarnya sudah banyak para blogger yang menulis tentang koneksi peer to peer ini.
Kabel Cross menggunakan susunan kabel pada ujung pertama sama dengan susunan standar T-568B (standar Asia) tetapi pada ujung ke 2 susunan nya ditukar dengan metode 1 ke 3 dan 2 ke 6. Maksudnya, kabel no 1 pada ujung 1 menjadi kabel no 3 pada ujung 2 dan kabel no 2 pada ujung no 1 menjadi kabel no 6 pada ujung ke 2. untuk penggunaannya, kabel cross biasanya digunakan untuk menghubungkan dua hardware yang sama, misalnya : Hub ke Hub, NIC ke NIC (PC ke PC). Jadi dalam tutorial saya kali ini yaitu menghubungkan dua komputer tanpa melalui hub/switch, jenis kabel ini yang kita pakai.

Akan muncul Local Area Connection Status, lalu klik Properti. Akan muncul seperti gambar di bawah, klik dua kali Internet Protocol(TCP/IP).


Kita berbicara tentang aku pribadi yang tak pernah kuungkap. Pribadi yang kuselubungi dengan berbagai hal yang tak pasti. Pribadi yang menghilang namun akan selalu kembali menjadi apa yang semestinya. Aku bukan seorang yang benar bukan pula pribadi yang menjanjikan. Aku bukan pria jujur namun bukan dengan tujuan kulakukan semua. Aku orang yang selalu merasa tak beruntung saat orang yang mendekat dan tahu bahwa yang kudapat adalah suatu anugerah. Aku bukan orang yang selalu menghargai, namun aku berusaha menilai apa yang terbaik bagiku. Aku suka akan hal besar yang mengiringku, namun terkadang meremehkan hal kecil yang senantiasa berada disampingku, hingga pada suatu saat aku meresakan hal kecilku menghilang.
Aku bukan orang yang pantas namun aku berusaha untuk menjadi lebih layak. Aku bukanlah orang yang sempurna karena topeng kehidupanku yang tak ada. Aku ingin jadi diriku ambisiku terlalu tinggi walau kusadari kemampuanku tak ada. Hasratku membumbung walau hanya sejengkal saja. Aku menyimpan segala hal yang tak berharga karena hal biasa itu merupakan anugerah padaku. Aku berusaha lebih baik dan makin baik tapi takkan pernah sempurna. Aku adalah misteri bagi diriku yang terkadang tak kupahami logika dan arahnya. Aku selalu menatap kedalam tampilan luar hanyalah ilusi saja wahana yang tak begitu indah. Aku mengagumi keindahan keindahan alami yang tak berdosa anugerah yang paling mulia.
Aku adalah orang yang sadar, sadar bahwa hal bodoh yang kujalani sia-sia, sadar bahwa hidupku masih terlalu lama untuk mati pada saat ini. Aku tak hargai diriku aku pergi dalam anganku sendiri. Aku sering terbangun dalam lamunku menatap duniaku yang luas namun sempit kurasa membiarkan diriku jatuh gila….. Aku sadari aku hilang. Aku terkadang dibukakan mata tentang kehidupan yang lebih luas dimana pandangku tak hanya sekilas saja namun berputar dan kembali ketempat semula, perjalanan panjang yang tak kulihat dan kusadari itu ada. Aku terlalu serakah. Aku inginkan semua impiku terlalu tinggi. Aku tak pernah memandang suksesku adalah keberhasilan singkat yang kucapai untukku itu adalah hasil dedikasiku. Hasil dari keringat yang kucapai dengan deritaku.
Dalam diam aku bisa berpikir, dalam hening aku memandang, dalam gelap aku mendengar. Aku selalu ingin berubah dengan jalanku sendiri, dengan kakiku sendiri dengan gayaku sendiri. Aku tak mau kalah, aku adalah lambang dari keegoisan manusia. Aku tak mau hilang tanpa jejak. Aku akan berpikir keras menutupi bahkan merebut kembali bukan dengan jalan yang kasar maupun menghancurkan (self destruction) adalah tujuan utamaku. Kekejaman adalah niatku yang terdalam kekejian mungkin hasrat yang tak pernah terwujud, namun yang kutau aku bisa menjadi siapapun yang aku mau.
Aku bias, aku selalu yakin bisa kemampuanku, memang tak seberapa. Aku lah penguasa, aku lah raja. Ini bukan lagu lama hanya niat dan impiku yang kocoba wujudkan jadi nyata. Aku ingin segalanya aku tak ingin kaya…. Aku hanya ingin berkuasa…. Karena… Aku penguasa…..
Setelah sekian lama hilang tuk menyepi,
akhirnya kini ku kembali,
mencoba mencari sesuatu yang bermakna dan berharga bagi hidup ini…
aaakuuwww… puwwwlaaaaangh…. (pake backsound sheila on 7)![]()
cie..cieehh… hahahaha.. ga bakat bgt ah puisi2an
apa yah di sibukin dalam setahun terakhir…
Buwaanyuaakkss bwaahngeds…. *clink*
dari kerjaan trainer terbang di Western Union,
keliling kalimantan (traveling muluww)…
Gabung ke SNetworks…
singapore codehack confrence…
ngediriin RAYCONCEPT… *cmiw*
Tunangan… *wink..wink..*
de’el’elh…..
hahahahhaa…
seru nggak seru nggak.. *apa siyh*
ya.. ya.. dapet status baru..
Akuw seowrang kapitens swamiw.. ahak.. ahak..
InsyaAllah ngeblog disini lagih,
moga blog pertapaan tempat gw experimen ga terkucilkan, tertindash & teraniyayah *halah*
wb me… ![]()

Belah Duren mana nih? Belah Duren Julie Perez. NOPE! Gw cuman minjam istilahnya doang buat mengilustrasikan cerita yang pengen gue bagi di bawah. (yee.. yang dibagi tuh duit! jangan cerita doang. Huss.. suka-suka gue dong. Huh!!)
Sebuah obrolan singkat dengan teman teller sekantor.
Sebut saja ‘Miss i’ (misi.. monggo..), wanita yang lebih suka dibilang menarik ketimbang cantik. Padahal menurutku dia adalah sebuah kombinasi Cantik + Menarik.
Front Liner Bank Mega Banjarmasin menjadi lebih terkesan eksklusif dengan kehadirannya. Oh begitu kagumnya gue ma dia. But it’s just to be fans. Kalau ngarep takut dibilang mimpi. Oh Miss I… Lho kok jadi mikirin nih monyet (monyet? hehe)
By the way, Tadi khan kita ngobrol-ngobrol singkat sambil ngitung duit lewat jari-jari lentik kita.
Gue mulai, “I, pacar loe siapa sekarang?”
Miss I, “Gak ada… maksudnya gak sedikit ahhahaha”
Gue, ” Huh dasar! Tapi memang kayaknya kamu mikir mending langsung kawin aja ya ketimbang pacaran-pacaran gak tentu arah?”
Miss I, “Yup bener”
Gue, “Kalau gue aja langsung kawin ma kamu gimana I?”
Miss I (sambil menahan muntah), “Tapi kita harus bercinta dulu ahahahaha”
Gue ketawa ngakak and take the point.
Gue, “Iya, masa beli kucing dalam karung!” (sambil niat, bercinta gak usah pake kawin. Abang juga mau kok dek eheheh)
Lepas dari obrolan singkat tapi sangat mengena dengan fenomena masyarakat sekarang.
Belah duren before merit. Coba dulu sebelum beli.
Kalau puas sesuai keinginan, lanjut..
kalau kurang memuaskan, Tolak dengan halus atau blak-blakan bilang sejujurnya.
Sepertinya sudah jadi gaya hidup, kalau banyak orang lebih milih ‘Belah Duren’ untuk memastikan seberapa mantapnya dia maupun kita dengan pilihan kita utnuk trus ke jenjang yang lebih serius.
Alibinya, Supaya gak menyesal di kemudian hari.
Benar juga sih, pas dah merit, Baru tahu saat malam pertamanya eh si pasangan ternyata punya ‘alat’ yang sama ma kita, khan repot..
Makanya dibilang terimalah suami/istri anda apa adanya.
Tapi kalau ‘itu’nya gak asyik, takutnya nanti malah nyari-nyari ke lain.
Duh.. ‘belah duren before merit’ penting banget gak sih?

Em, satu-satunya alasan kenapa gw ga pernah kepikiran kenapa ga (mencoba) menjadi penulis adalah karena gw ga pinter menulis, itu aja.
Iya, memang gw suka menulis, menangkapi ide-ide yang berloncatan di otak gw trus menterjemahkannya kedalam sebuah paragraf. Tapi itu bukan sebuah tanda gw punya bakat untuk menulis.
Trus apa gunanya gw menangkapi ide-ide itu? Ya, karena gw suka aja, gw suka melihat betapa subjektifnya pikiran gw. Dan itu Cuma bisa gw liat dari apa yang gw tulis.
Berfikir subjektif, secara sadar ato ga sebenarnya subjektifitas itu ada dalam setiap perilaku manusia (menurut gw) karena manusia memiliki ego yang cenderung lebih “melihat” pada dirinya dulu (secara sebab dan akibat) baru melihat pada sekitarnya.
Itulah yang menyebabkan gw sebagai manusia menjadi makhluk yang sangat subjektif.
Kadang subjektifitas ini gw rasa cukup menjengkelkan, kenapa? Karena gw jadi ga bisa merasakan objektifitas. Karena subjektifitas menghalangi perspektif lain dari suatu hal yang gw lihat dari perspektif gw, yang mengakibatkan persepsi yang ga objektif ( y iyalah, bego).
Terkadang gw coba untuk berfikir lebih obyektif, mencoba berfikir untuk kemungkinan lain dan persefektif yang lain, tapi hal kaya gitu cenderung bikin gw jadi bingung, kenapa? Obyektifitas menjadikan segala nilai menjadi blur (menurut gw lagi), yup, berfikir obyektif membuat gw ga bisa menentukan persfektif mana yang gw pilih untuk menyikapinya, akhirnya gw bingung sendiri waktu dihadapkan dengan decision,keputusan gw untuk menyikapi hal itu.
Emm…emm, subyektifitas dalam berfikir, gw ngerasanya itu kaya pedang bermata dua, gw bisa kejerumus dalam kesalahan (mungkin juga bis sangat fatal) karena selalu berfikir subjektif. Tapi siapa yang bisa gw percaya selain fikiran (maksudnya otak) gw eh? Orang boleh bilang kalo pandangan itu bisa menipu, yang gw lihat bisa jadi adalah hal yang surealis, tapi fikiran ga, fikiran ga akan pernah bisa menjadikan sesuatu surealis. Tapi dalam berfikir, gw selalu ngerasain betapa perlunya afeksi dan kognisi yang digunakan otak gw sebagai dapur fikiran untuk menimbulkan persepsi. Hemm, di sinilah point penting yang harusnya gw perhatikan, bagaimana caranya gw bisa terafeksi dan terkognisi, karena hal itu berhubungan dengan bagaimana proses gw melihat, mendengar, dan merasakan. Disinilah kesubjektifasan akan bisa melahirkan persepsi yang salah.
So, gw jadi punya pendapat baru “bagaimana gw seharusnya”. Gw harus berfikir dengan subjektif dan melihat dengan persfektif yang objektif.
“saya juga baru tahu kenapa sawit menghilangkan satwa” ujar seorang pekerja perkebunan besar kelapa sawit.
ketidaktahuan ataupun menjadi seolah tidak tahu, mungkin hal yang biasa dalam melihat perkembangan kehidupan. lajunya pembukaan kawasan hutan untuk perkebunan besar kelapa sawit, seolah menghilangkan secara perlahan nafas kehidupan generasi mendatang anak negeri. satu persatu pohon bertumbangan, seiring dengan tumbangnya anak negeri dalam kemelut laparnya jiwa.
kelapa sawit, selalu dianggap sebagai mesin uang bagi sebagian besar orang. lahan yang laku dijual mahal, hingga tandan demi tandan yang menghasilkan rupiah. saat ini, gemerlap harga CPO di pasar dunia telah menyilaukan mata nurani. satwa-satwa harus berkemas-kemas meninggalkan rumah kehidupannya.
licinnya minyak sawit, pun akan menggelincirkan aura kehidupan. tanah mengering, air menguap, meninggalkan jejak bebatuan yang tak lagi memberikan nafas kehidupan. dedauan mengering menjadi abu, terbang perlahan tertiup bersama awan. sawit diantara satwa, perlahan membunuh kehidupan.
tak penting kelapa sawit !
blog action day 2008 kembali digelar. kali ini bertemakan “kemiskinan”. blogger diharapkan menuliskan apa saja tentang kemiskinan. bagaimana keluar dari dunia kemiskinan. yang entah, suatu waktu, pasti akan menjadi terwujudkan.
menuju blog action day 2008 !
, yang saya adopsi dari artikel kendhin.